Asar Humanity
15 Feb 2024 11:10
Menurut Ahli: Soal Kejadian Mematikan Tersambar Petir di Stadion Siliwangi Bandung
AsarNews, Bandung - Kejadian nahas dialami seorang pria yang tersambar petir saat tengah bermain sepak bola di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (10/2).
Pria yang dilaporkan berumur 30 tahunan tersebut tewas usai tersambar kilat di tengah lapangan stadion legendaris Persib Bandung itu.
Apa kata pakar BMKG soal sambaran petir yang mematikan ini?
Peneliti Meteorologi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Deni Septiadi mengungkap petir merupakan fenomena yang kejadiannya sangat jarang tapi bersifat ekstrem dan membahayakan aktivitas manusia.
Ia mengatakan dalam insiden tewasnya pemain bola pada Sabtu sore, kemungkinan tersambar oleh jenis petir awan ke tanah (cloud to ground, CG).
"Jenis petir ini menyambar dari pusat awan ke permukaan (CG-) bahkan bisa mneyambar dari puncak awan ke tanah (CG+) dengan ketinggian hingga 10 Km," kata Deni dalam keterangannya, Minggu (11/2).
Deni menjelaskan petir merupakan representasi awan konvektif matang dengan kriteria awan guruh (thunderstorm) bahkan dalam ukuran tunggal (single thunderstorm).
Menurut Deni petir ini lazimnya menyambar pada saat awan memasuki fase matang meski belum menghasilkan tetes hujan karena belum berada pada fase jenuh. Oleh karena itu, bahkan sebelum hujan pun petir dapat menyambar.
Meskipun tidak ada tempat pasti dimana petir akan menyambar, namun daerah-daerah terbuka meruoakan daerah paling ideal tersambar oleh petir CG. Keberadaan manusia pada ruang terbuka seperti di lapangan bola akan menjadi objek paling menonjol atau lebih tinggi yang paling memiliki potensi tersambar.
"Panas sambaran petir bahkan dapat mencapai 30 ribu derajat celcius, oleh karena itu, manusia yang tersambar langsung bisa mengalami luka bakar, gagal jantung, gangguan pendengaran hingga kematian," jelas Deni.
"Petir CG berada pada pita frekuensi rendah dari gelombang elektromagnetik, sehingga rambatan gelombangnya bisa sangat jauh (~1000 km). Gelombang kejutnya bahkan setara gempa 3.0 magnitudo sehingga orang yang berada dalam radius 5m dapat terlempar," tuturnya.
Ia mengatakan aktivitas petir di ujung musim hujan - Desember, Januari, Februari- akan semakin meningkat frekuensinya. Oleh sebab itu, perlu memperhatikan keselamatan terkait bahaya sambaran petir.
ASAR Humanity dan Sharing Happiness Salurkan 160 Sepatu dan 30 Tongkat Kruk untuk Warga Gaza
Diposting pada 19 August 2026
Laznas ASAR Humanity Aktifkan Posko Kemanusiaan, Tim Sudah Berada di Lokasi Terdampak Gempa NTT
Diposting pada 16 August 2026
Gempa M7,7 Guncang NTT, ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA
Diposting pada 16 August 2026
Gempa M7,7 Guncang Flores, ASAR Humanity Pantau Kondisi dan Kebutuhan Warga Terdampak
Diposting pada 15 August 2026