Asar Humanity
11 Mar 2024 23:42
Ramadan di Gaza: Berada Dalam Bayang-Bayang Krisis Pangan Hingga Kelaparan
AsarNews, Gaza - Ketika bulan suci Ramadhan dimulai, kepala Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan “kelaparan ekstrem” menyebar dengan cepat di Gaza, sementara dua warga Palestina lainnya meninggal karena kelaparan di Gaza Utara, sehingga total keseluruhan menjadi 25 penduduk yang syahid karena gizi buruk.
Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania yang berbasis di Jenewa mengatakan ketika Israel terus melakukan genosida di Jalur Gaza, jumlah kematian lansia di wilayah kantong tersebut sangat mengkhawatirkan.
Penyebab utamanya adalah pengeboman, kelaparan, dehidrasi, kekurangan gizi dan kurangnya akses terhadap perawatan medis.
Organisasi tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu bahwa timnya di lapangan di Gaza “mencatat kematian hampir setiap hari di kalangan lansia akibat kejahatan kelaparan dan perampasan pengobatan Israel yang sistematis dan meluas di Jalur Gaza, terutama di Kota Gaza dan bagian utara Jalur Gaza. wilayah”.
“Mayoritas kasus-kasus ini tidak sampai ke rumah sakit, yang hanya beroperasi sebagian di Gaza utara karena sulitnya akses mengingat serangan militer Israel yang sedang berlangsung. Akibatnya, setelah meninggal di rumah, para lansia dikuburkan di dekat tempat tinggal mereka atau di kuburan darurat yang tersebar di seluruh Jalur Gaza. Saat ini terdapat lebih dari 140 kuburan seperti itu.”
Philippe Lazzarini, yang mengepalai badan PBB untuk pengungsi Palestina, mengatakan Ramadhan tiba saat “pengungsi terus berlanjut, dan ketakutan serta kecemasan muncul di tengah ancaman operasi militer di Rafah”, di titik paling selatan Gaza.
“Bulan ini harus ada gencatan senjata bagi mereka yang paling menderita. Mereka membutuhkan ketenangan dan ketenangan pikiran. Sudah lama jatuh temponya,” katanya.
Kementerian menggambarkan kegagalan internasional dalam melindungi warga Palestina selama Ramadhan sebagai “pembunuhan kemanusiaan”.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di X, mereka mengatakan lebih dari dua juta warga Palestina di Jalur Gaza akan menjalani bulan suci Ramadhan tanpa makanan atau akses terhadap air bersih, serta meningkatnya agresi Israel di wilayah kantong pantai tersebut.
“Kegagalan Dewan Keamanan untuk menerapkan Resolusi 2720 dan ketidakmampuannya menjamin masuknya bantuan kemanusiaan dan medis secara terus-menerus kepada warga sipil di Jalur Gaza tidak dapat dibenarkan,” kata pernyataan itu.
ASAR Humanity dan Sharing Happiness Salurkan 160 Sepatu dan 30 Tongkat Kruk untuk Warga Gaza
Diposting pada 19 August 2026
Laznas ASAR Humanity Aktifkan Posko Kemanusiaan, Tim Sudah Berada di Lokasi Terdampak Gempa NTT
Diposting pada 16 August 2026
Gempa M7,7 Guncang NTT, ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA
Diposting pada 16 August 2026
Gempa M7,7 Guncang Flores, ASAR Humanity Pantau Kondisi dan Kebutuhan Warga Terdampak
Diposting pada 15 August 2026